Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,04% Dinilai Jadi Modal Baik

Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,04 persen di kuartal III tahun ini. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan itu didukung Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan mencapai Rp3.444,8 triliun. Capaian itu naik dari Rp3.279,5 triliun di periode yang sama pada 2024.

Peneliti ekonomi GREAT Institute, Perdana Wahyu Santosa, menganalisis pertumbuhan ini. “Pertumbuhan ekonomi 5,04 % ini sudah bagus, apalagi Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa baru menjabat dua bulan, tentu ini menjadi modal baik,” kata Perdana dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 November 2025.

Menurut dia, pertumbuhan ini didorong belanja pemerintah yang mulai digencarkan di akhir tahun. Perdana mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,04% ini cukup baik, mengingat tantangan ekonomi global yang masih tidak pasti.

Perdana juga melihat kinerja manufaktur sebagai salah satu pilar ketahanan ekonomi di kuartal III, namun dengan satu catatan. “Sektor manufaktur kita terbukti cukup solid, tetap ekspansif di atas 50 sepanjang dalam tiga bulan terakhir. Ini adalah fondasi yang penting,” kata Perdana.

Dia melihat permintaan domestik masih menjadi faktor utama yang menjaga sektor manufaktur dalam fase ekspansi. Hal ini, kata dia, penting untuk dijaga di tengah ketidakpastian global agar target pertumbuhan di Kuartal IV dapat lebih tinggi lagi.

Pertumbuhan ekonomi ini juga sejalan dengan proyeksi beberapa lembaga lain. Danamon memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02%, sementara Bloomberg memproyeksikan sebesar 4,8%.

Perdana yang juga adalah Dekan Fakultas Ekonomi Universitas YARSI menekankan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi sedikit menurun, namun masih berada di angka 5%. Hal tersebut perlu menjadi perhatian agar di tahun depan pertumbuhan bisa lebih baik lagi.

“Dengan demikian, walau pertumbuhan menurun sedikit masih di angka 5%, ini perlu menjadi perhatian agar di kuartal IV 2025 pertumbuhan bisa lebih baik lagi, bisa sesuai dengan proyeksi Purbaya, sebesar 5,5%,” tutup Perdana. Dikutip dari Metrotvnews.com

  • Related Posts

    Update Harga Pangan Sabtu 20 Juni 2026, Cabai Rawit Masih Tinggi di Level Rp76.300 per Kg

    Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran masih berada pada level yang cukup tinggi pada Sabtu (20/6/2026).…

    Laba BUMN Melonjak, Pupuk Indonesia Tumbuh 230 Persen di Era Danantara

    Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dijalankan melalui Danantara mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah perusahaan pelat merah mencatat pertumbuhan laba yang signifikan pada 2026 setelah sebelumnya berhasil melampaui target…