Lonjakan Gangguan Mental Anak di Indonesia: Pemerintah Dorong Sinkronisasi Kebijakan

Gangguan mental anak di Indonesia meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir, memicu kebutuhan mendesak akan sinkronisasi kebijakan lintas lembaga. Wihaji dari BKKBN menekankan pentingnya kolaborasi kementerian agar intervensi kesehatan mental dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Menkes Budi Gunadi Sadikin melaporkan bahwa gangguan mental pada anak lima kali lebih tinggi dibanding orang dewasa, dipicu oleh interaksi sosial yang berubah akibat paparan gadget berkepanjangan. Screening menunjukkan tingkat anxiety dan depresi anak jauh lebih tinggi secara konsisten.

Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh gangguan mental, mulai dari kecemasan hingga psikosis, dijamin oleh sistem nasional. Pemerintah terus memperkuat edukasi publik agar masyarakat sadar manfaat layanan ini dan kasus dapat tertangani lebih cepat.

Dengan langkah terpadu, diharapkan gangguan mental anak dapat ditekan, memberikan perlindungan psikologis optimal bagi generasi muda Indonesia.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Pratikno Resmi Jadi Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa Dilantik sebagai Wakil

    Presiden Prabowo Subianto melantik Pratikno sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam pelantikan tersebut, Hatta Rajasa dipercaya sebagai Wakil Ketua Wantimpres, sedangkan Muhammad Qodari…

    Hari ke-18 SAR KM Virgo, Sebanyak 57 Korban Masih dalam Pencarian

    Jakarta – Basarnas terus memperkuat operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Memasuki hari ke-18 operasi SAR pada Rabu (30/9/2026), sebanyak 1.041 personel gabungan dikerahkan…