Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat (15/5). Berdasarkan kurs e-rate sejumlah bank besar nasional, mayoritas kurs jual dolar AS masih bertahan di atas level psikologis Rp17.500 per dolar AS.
Bank Central Asia mencatat kurs beli Rp17.445 dan kurs jual Rp17.595 per dolar AS. Sementara Bank Rakyat Indonesia menetapkan kurs jual Rp17.550 dan Bank Negara Indonesia di level Rp17.545 per dolar AS. Adapun Bank Mandiri mematok kurs jual Rp17.565 per dolar AS berdasarkan pembaruan terakhir.
Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi penguatan indeks dolar AS global di tengah kekhawatiran inflasi serta ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve. Selain itu, volatilitas pasar setelah libur panjang domestik turut memengaruhi pergerakan nilai tukar.
Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar valuta asing, transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. BI menilai pelemahan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang emerging market lainnya.
Dikutip dari liputan6.com





