Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah dalam pembangunan perbatasan Indonesia sebagai bagian dari strategi pemerataan kesejahteraan nasional. Menurut Tito, pembangunan dari pinggiran, termasuk desa dan wilayah perbatasan, menjadi perhatian utama pimpinan negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
“Pembangunan akar rumput penting mengatasi kemiskinan,” ujar Tito dalam keterangan pers di Bogor, Rabu (19/11/2025). Ia menekankan perbatasan memiliki peran strategis ekonomi dan pertahanan, namun potensi kawasan tersebut belum optimal.
Indonesia didorong untuk memanfaatkan posisi geografisnya di jalur perdagangan internasional, seperti Selat Malaka, melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terhubung dengan jalur logistik internasional, mirip langkah Malaysia yang membangun tujuh KEK di semenanjung.
Selain pembangunan ekonomi, Mendagri menekankan masyarakat perbatasan harus menjadi garda terdepan menjaga kedaulatan negara. Pembangunan strategis, seperti dermaga, jalan, dan fasilitas publik, akan dikaji bersama kementerian terkait sesuai kemampuan anggaran daerah.
Tito mengajak seluruh pihak memperkuat koordinasi agar pembangunan perbatasan berjalan cepat dan efektif. Langkah ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat nasionalisme di wilayah pinggiran Indonesia.
Dikutip dari RRI.co.id








