Menekraf Luncurkan Chatbot AI untuk Tingkatkan Layanan Informasi Publik pada Monev KIP 2025

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa transparansi informasi publik merupakan elemen krusial dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Hal ini disampaikan dalam sesi Uji Publik Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev) yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat (KIP) di Jakarta pada Selasa (18/11/2025). Ia menilai bahwa tata kelola informasi yang terbuka akan menciptakan partisipasi publik yang lebih kuat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Menekraf menyampaikan strategi kementerian dalam memperbaiki kualitas pelayanan informasi publik. Salah satu inovasi kunci yang diperkenalkan adalah chatbot berbasis AI, yang dirancang untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi secara cepat, efektif, dan dapat diakses kapan saja. Menurutnya, digitalisasi layanan menjadi langkah penting dalam memenuhi kebutuhan publik yang terus berkembang.

Komisioner KIP, Handoko Agung Saputro, turut menekankan peran uji publik sebagai bagian akhir dari proses penilaian keterbukaan informasi. Ia menyebut bahwa masyarakat dapat memantau keseluruhan tahapan melalui kanal resmi KIP. Transparansi dinilai sebagai salah satu pilar utama dalam memastikan akuntabilitas badan publik.

Teuku Riefky berharap, penguatan tata kelola informasi publik dapat berkontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Dengan membuka ruang partisipasi yang lebih luas, sektor ekonomi kreatif diharapkan semakin inklusif dan kompetitif.

Sumber RRI.co.id

  • Related Posts

    Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret Tentukan Lebaran 2026

    Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Idul Fitri 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah. Sidang digelar di…

    Seskab Paparkan Renovasi 16 Ribu Sekolah dan 218 Jembatan

    Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan capaian pemerintah, termasuk renovasi lebih dari 16 ribu sekolah dan pembangunan 218 jembatan dalam 2,5 bulan, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana…