Mensesneg Usulkan Kajian E-Voting dan E-Rekap untuk Pilkada Lebih Efisien

Jakarta – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, penerapan sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) dan e-rekap dalam Pilkada layak dikaji untuk memperbaiki proses pemilu. Menurut Prasetyo, teknologi tidak hanya bisa digunakan saat pemungutan suara, tetapi juga dalam tahap rekapitulasi hasil suara agar lebih cepat dan efisien.

Sementara itu, PDI Perjuangan menegaskan tetap mendukung Pilkada langsung oleh rakyat untuk menjaga kedaulatan dan legitimasi pemerintahan. Dalam Rakernas I, partai tersebut merekomendasikan penggunaan e-voting, penegakan hukum terhadap pelanggaran pemilu, dan efisiensi biaya politik tanpa mengurangi kualitas demokrasi.

Prasetyo menekankan, pemerintah akan melakukan kajian mendalam agar Pilkada ke depan lebih baik, sedangkan PDI Perjuangan mendorong transformasi teknologi sebagai solusi atas tingginya biaya politik.

Dikutip dari liputan6.com

  • Related Posts

    Tak Ada Konflik, Ade Armando Pilih Keluar dari PSI

    Ade Armando resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui konferensi pers di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5). Ia menegaskan keputusan tersebut diambil bukan karena konflik internal,…

    PKB: Ambang Batas Parlemen Harus Lindungi Suara Rakyat

    Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan belum menetapkan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) untuk Pemilu Legislatif 2029, namun menekankan pentingnya perhitungan yang rasional agar tidak menghilangkan suara sah pemilih. Sekretaris…