NasDem Respons Wacana Koalisi Permanen, Paloh: Belum Diputuskan

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyatakan wacana pembentukan koalisi permanen antarpartai politik masih dalam tahap pertimbangan dan belum diputuskan. Menurutnya, koalisi permanen bisa saja dibahas selama tetap berorientasi pada tujuan besar kemajuan bangsa dan negara.

Paloh menekankan pentingnya mengurangi sekat-sekat sosial dalam kehidupan politik, seperti perbedaan suku, agama, dan latar belakang sosial, demi memperkuat persatuan nasional. Terkait dukungan untuk periode kedua Presiden Prabowo Subianto, Paloh menjawab secara normatif dan menyebut hal tersebut akan dipertimbangkan pada waktunya.

Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Sekjen Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa bagi partainya, koalisi permanen adalah bersama rakyat. PDIP menghormati dinamika politik antarpartai, namun mengingatkan agar demokrasi tidak semata-mata dipersempit pada agenda elektoral 2029.

Di sisi lain, Partai Golkar melalui Sekjen Muhammad Sarmuji mendorong pembentukan koalisi permanen guna memperkuat dukungan terhadap kebijakan pemerintah, bahkan membuka kemungkinan kerja sama jangka panjang melampaui satu periode pemerintahan.

Wacana ini mencerminkan dinamika politik nasional menjelang pembahasan strategis ke depan, meski Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi.

Dikutip dari liputan6.com

  • Related Posts

    Tak Ada Konflik, Ade Armando Pilih Keluar dari PSI

    Ade Armando resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui konferensi pers di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5). Ia menegaskan keputusan tersebut diambil bukan karena konflik internal,…

    PKB: Ambang Batas Parlemen Harus Lindungi Suara Rakyat

    Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan belum menetapkan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) untuk Pemilu Legislatif 2029, namun menekankan pentingnya perhitungan yang rasional agar tidak menghilangkan suara sah pemilih. Sekretaris…