Partai Gema Bangsa Incar Kursi Kepala Daerah Lewat Desentralisasi Politik

Partai Gema Bangsa resmi dideklarasikan pada 17 Januari 2026 di JCC Senayan, Jakarta, dengan visi besar “Indonesia Reborn”, mengusung semangat kemandirian bangsa dan desentralisasi politik.

Ketua Umum Ahmad Rofiq menegaskan partainya tidak bertumpu pada figur nasional, melainkan menguatkan sistem dan kaderisasi di daerah, sehingga calon pemimpin daerah memahami kebutuhan masyarakat setempat.

Rofiq menyebutkan bahwa Gema Bangsa akan menjadi wadah lahirnya tokoh-tokoh politik baru di tingkat lokal, dengan contoh kepemimpinan di Medan oleh Ihsan Rambe dan di Deli Serdang oleh mantan Sekda Darwin Zein.

“Partai ini bukan milik pribadi atau segelintir elite, melainkan milik para kader dan pengurus di seluruh Indonesia,” tegas Rofiq. Ia menekankan bahwa kemandirian politik Gema Bangsa bertujuan memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan oligarki atau kepentingan asing.

Dengan strategi desentralisasi dan fokus pada daerah, Gema Bangsa menargetkan kursi kepala daerah sebagai langkah awal memperkuat pengaruh politiknya di tanah air.

Dikutip dari liputan6.com

  • Related Posts

    Tak Ada Konflik, Ade Armando Pilih Keluar dari PSI

    Ade Armando resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui konferensi pers di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5). Ia menegaskan keputusan tersebut diambil bukan karena konflik internal,…

    PKB: Ambang Batas Parlemen Harus Lindungi Suara Rakyat

    Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan belum menetapkan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) untuk Pemilu Legislatif 2029, namun menekankan pentingnya perhitungan yang rasional agar tidak menghilangkan suara sah pemilih. Sekretaris…