Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, mengajak para tokoh Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjadikan PDI Perjuangan sebagai rumah politik. Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum Halalbihalal di Jawa Timur sebagai upaya memperkuat sinergi antara kekuatan keagamaan dan politik.
Menurut Said, NU dan PDI Perjuangan memiliki kesamaan cita-cita ideologis, terutama dalam mengusung nilai Islam Wasathiyah atau Islam moderat yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan toleransi. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan arah politik PDI Perjuangan yang mengedepankan kebangsaan serta menolak ekstremisme.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Islam dalam kehidupan berbangsa seharusnya membawa kedamaian dan menjadi rahmat bagi semua, termasuk kelompok minoritas. Karena itu, kolaborasi antara NU dan PDI Perjuangan dinilai penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan.
Said menjelaskan bahwa di Jawa Timur terdapat basis sosial “ijo-abang” atau santri dan nasionalis yang selama ini menjadi kekuatan politik akar rumput. Menurutnya, sinergi tersebut kini semakin melebur, bahkan dalam berbagai survei menunjukkan banyak pemilih berlatar belakang NU menyalurkan dukungannya kepada PDI Perjuangan.
Ke depan, ia menekankan peran NU dalam pemberdayaan masyarakat, sementara PDI Perjuangan berfokus pada perjuangan kebijakan publik di tingkat daerah hingga nasional demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Dikutip dari antaranews.com








