Tekan Angka Kecelakaan di Kota Batam, Jasa Raharja dan Polda Kepri Gelar Apel dan Sosialisasi Keselamatan di SMAN 15 Batam

Batam – PT Jasa Raharja Wilayah Kepulauan Riau bersama Ditlantas Polda Kepri melaksanakan kegiatan Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) dan Apel Keselamatan di SMAN 15 Kota Batam dalam rangka menekan jumlah kecelakaan di kalangan pelajar dan generasi muda khususnya di Kota Batam pada hari Senin, 13 April 2026.

Ditlantas Polda dan Jasa Raharja Kepulauan Riau memberikan edukasi dan himbauan berkendara dan berlalu lintas kepada siswa-siswi dan dewan guru. Rikka Inri Dalosa selaku Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Kepri menyampaikan “Generasi muda harus paham akan pentingnya mematuhi aturan dalam berkendara dan berlalu lintas, karena sedikit kesalahan dalam berkendara mampu memberikan dampak yang merugikan bagi diri kita dan tentunya orang lain yang menggunakan jalan”.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pentingnya menjadi pengajar yang bukan hanya peduli akan pendidikan pelajaran sekolah saja, melainkan juga untuk menjadi agent of change yang memiliki peranan untuk menumbuhkan rasa kepedulian dalam berkendara dan memberikan edukasi akan pentingnya tata tertib lalu lintas yang berlaku serta menjadi cerminan diri kepada seluruh pelajar untuk menjadi pelajar pelopor keselamatan berlalulintas.

“Berdasarkan data Jasa Raharja Wilayah Kepulauan Riau s.d Maret 2026 jumlah korban kecelakaan yang berasal dari Gen Z atau berprofesi sebagai pelajar yang masih duduk di bangku sekolah dan universitas mencapai 50% dari total korban kecelakaan lalu lintas jalan di wilayah Kepulauan Riau khususnya di Kota Batam. Sehingga dibutuhkan peranan dari pihak internal sekolah dan universitas untuk bersama-sama memberikan edukasi akan pentingnya etika berkendara, tata tertib lalu lintas, dan pemahaman untuk selalu mematuhi aturan serta menjauhi segala pelanggaran ketika berkendara”.

Seluruh guru yang mengajar di sekolah SMAN 15 Kota Batam bersama para dewan guru lainnya sangat mendukung dalam melaksanakan Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL).

Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H. “Setiap bulan, angka kecelakaan rata-rata melampaui 130 kasus. Yang sangat kami sayangkan, mayoritas korban berasal dari kalangan pelajar dan usia produktif, mulai di bawah 14 tahun hingga 25 tahun ke atas,” ujar Taufiq didepan para pelajar.

Ia menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas umumnya diawali dari pelanggaran. Faktor utama penyebabnya antara lain kurangnya kompetensi berkendara serta belum terpenuhinya legitimasi pengendara di jalan raya.

Taufiq juga menyoroti masih maraknya orang tua yang memberikan fasilitas sepeda motor kepada anak di bawah umur. Menurutnya, hal tersebut berpotensi besar menimbulkan risiko kecelakaan, baik bagi pengendara itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Kemampuan dan kompetensi berkendara harus dibuktikan dengan kepemilikan Surat Izin Mengemudi. SIM hanya dapat dimiliki oleh pengendara yang telah berusia minimal 17 tahun,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa perilaku berlalu lintas mencerminkan budaya dan peradaban suatu bangsa. Ia menyebut lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan yang berpengaruh langsung terhadap kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi.

“Jika kita disiplin di jalan raya, maka aktivitas masyarakat akan berjalan lancar. Kami mengajak seluruh keluarga besar SMAN 15 Batam untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” katanya.

Rikka juga menyampaikan “Peranan bapak-ibu guru yang merupakan pihak terdekat di sekolah dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada seluruh siswa dan siswa baik pra maupun pasca kegiatan belajar mengajar akan memberikan dampak secara langsung dan tumbuh dalam diri siswa siswa untuk terus berhati-hati dalam berkendara”.

Beberapa penyampaian pesan-pesan keselamatan yang disampaikan oleh Guru kepada para siswa dan siswi SMAN 15 Kota Batam “Setiap hari kita harus patuh akan aturan dalam berkendara seperti pentingnya memakai helm, mengecek kondisi kendaraan, etika dalam berkendara, taati rambu lalulintas, serta fokus pada mengajarkan siswa untuk lebih sayang pada dirinya sendiri, karena setiap siswa masih memiliki impian karir yang cerah untuk membanggakan orang tuanya”.

“Program PPKL ini merupakan salah satu upaya program pencegahan kecelakaan yaitu dengan memberikan edukasi kepada para pengajar yang nantinya dapat menyampaikan pesan keselamatan tersebut kepada para pelajar dan peserta didiknya, sehingga wawasan siswa dan siswi akan bertambah terkait tertib dalam berlalu lintas serta memberikan edukasi pertolongan pertama yang dapat diberikan jikalau melihat korban kecelakaan lalu lintas jalan” tambah Irfan Ardiyansah selaku PJ Pelayanan

Dengan diimplementasikannya program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) oleh Jasa Raharja Kepulauan Riau ini, semoga dapat menyelamatkan generasi bangsa, meminimalisir korban kecelakaan, meningkatkan kesadaran pelajar akan tertib berlalu lintas sehingga terbentuklah generasi penerus yang sadar lalu lintas. Sebagai Badan Usaha Milik Negara, PT Jasa Raharja terus berkomitmen memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat korban kecelakaan lalu lintas jalan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Lalu Lintas Jalan. Komitmen ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat

  • Related Posts

    Tim Pembina Samsat Banjarbaru Dorong Kepatuhan Kendaraan di Kelurahan Sungai Ulin

    Banjarbaru – Tim Pembina Samsat Banjarbaru melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru yang berlangsung di Kelurahan Sungai Ulin, Selasa (14/04/2026). Kegiatan ini menyasar…

    Tim Pembina Samsat Banjarbaru Sosialisasi Pengendara terkait Kepatuhan Kendaraan Bermotor

    Banjarbaru – Tim Pembina Samsat Banjarbaru melaksanakan Operasi Gabungan Sosialisasi Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di lingkungan UPPD Samsat Banjarbaru, Senin (13/04/2026). Kegiatan ini menyasar pengendara roda dua yang melintas di…