Pemerintah Kota Pekalongan menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah.
Wali Kota Afzan Arslan Djunaid menyampaikan bahwa proyek ini akan dibiayai penuh oleh investor tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Lokasi pembangunan berada di sekitar pintu keluar Tol Setono dan berpotensi diperluas untuk mendukung operasional.
Pembangunan PSEL tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta pemerintah daerah sekitar seperti Batang, Pemalang, dan Kabupaten Pekalongan, guna menciptakan solusi pengelolaan sampah secara regional.
Saat ini, volume sampah di wilayah tersebut mencapai sekitar 1.000 ton per hari, sementara kapasitas pengolahan yang ada baru mampu menangani sekitar 50 persen. Kehadiran PSEL diharapkan dapat mengurangi beban sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Meski demikian, proses pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua tahun sebelum dapat beroperasi. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam memilah sampah dari rumah tangga sebagai bagian dari upaya bersama dalam penanganan sampah.
Dengan kolaborasi lintas daerah dan dukungan investasi, proyek ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi pengelolaan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi di tingkat daerah.
Dikutip dari antaranews.com






