Pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan pembangunan dapur pelayanan gizi di Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku. Ketiga wilayah tersebut mendapat perhatian khusus karena masih menghadapi tantangan pemenuhan gizi dan membutuhkan intervensi yang lebih cepat untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan penentuan lokasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan berdasarkan peta prioritas yang mempertimbangkan tingkat stunting, kondisi geografis, serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan gizi. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan di kawasan Indonesia Timur.
Selain membangun fasilitas dapur, pemerintah memperkuat sistem distribusi agar makanan bergizi dapat menjangkau wilayah terpencil dan daerah dengan akses yang sulit. Strategi tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai unsur masyarakat untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan lebih efektif.
Menurut Sudaryono, seluruh anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh asupan gizi yang memadai, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil maupun daerah rawan konflik. Program MBG diharapkan tidak hanya mempercepat penurunan angka stunting, tetapi juga mendukung tumbuh kembang generasi muda sebagai bagian dari investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
Sumber RRI.co.id






