Pencegahan TPPO: Ombudsman RI Tekankan Sistem Pengawasan Terintegrasi

Ombudsman RI menyoroti perlunya integrasi sistem pengawasan perlintasan orang sebagai langkah strategis menekan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih, menyatakan tingginya jumlah korban TPPO menandakan lemahnya deteksi awal di titik perlintasan.

Anggota Ombudsman RI, Johanes Widijantoro, menjelaskan masalah utama adalah belum terintegrasinya data antarlembaga, termasuk SIMKIM, SISKOP2MI, SIPMI, Dukcapil, hingga Peduli WNI milik Kemenlu. Selain itu, belum adanya Standar Pelayanan Minimum (SPM) atau SOP pengawasan perlintasan orang membuat perlindungan calon pekerja migran belum merata.

Fragmentasi program pencegahan di tingkat desa dan kapasitas petugas imigrasi yang tidak merata memperlemah efektivitas pengawasan. Johanes menegaskan bahwa pelaku TPPO memanfaatkan celah ini, sehingga integrasi sistem antarlembaga sangat penting untuk deteksi keberangkatan nonprosedural secara cepat.

Ombudsman RI mendorong percepatan implementasi seluruh rekomendasi kajian, agar data dapat dipertukarkan secara real-time dan pencegahan TPPO berjalan efektif. Integrasi ini menjadi fondasi bagi pengawasan yang lebih menyeluruh dan kolaboratif antarinstansi.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Prabowo Hadiri Jamuan KTT ASEAN, Perkuat Solidaritas Kawasan

    Presiden Prabowo Subianto menghadiri jamuan makan malam dalam rangkaian KTT ASEAN ke-48 yang digelar di Cebu, Filipina, Jumat malam (8/5). Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat solidaritas dan kerja…

    Wapres Gibran Minta Nelayan Maksimalkan Fasilitas untuk Dongkrak Produksi

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta nelayan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih Desa Margasari, Lampung Timur, guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Peninjauan dilakukan untuk memastikan…