Penurunan HET Pupuk Bersubsidi 20% Bantu Petani Tingkatkan Produksi Pangan 2025

Pada 22 Oktober 2025, pemerintah menurunkan HET pupuk subsidi hingga 20%, langkah pro-rakyat yang disambut antusias petani di seluruh Indonesia. Penurunan harga mencakup pupuk urea dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840, serta pupuk lainnya.

Reza Esfan, petani dan ketua kelompok tani di Nagari Sumpur, Sumatera Barat, menyatakan kebahagiaannya karena biaya produksi kini lebih ringan. Sebelumnya, harga satu karung pupuk urea Rp135 ribu dan ponska Rp140 ribu, kini menjadi Rp90 ribu dan Rp92 ribu per karung.

Selain penurunan HET, distribusi pupuk subsidi di Sumatera Barat berlangsung lancar dengan alokasi 243.421 ton untuk berbagai jenis pupuk. Pupuk Indonesia menargetkan seluruh petani yang terdaftar dalam RDKK dapat menebus pupuk subsidi hingga akhir Desember 2025.

Pakar pertanian dari Universitas Andalas, Prof. Rudi Febriamansyah, menilai kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada petani, meringankan biaya produksi, dan mendukung swasembada pangan nasional. Optimalisasi distribusi melalui koperasi dan pengawasan ketat di lapangan menjadi kunci agar HET pupuk subsidi tepat sasaran.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Harga Emas UBS dan Galeri24 Stabil, Antam Turun di Pegadaian

    Harga emas di platform Sahabat Pegadaian menunjukkan pergerakan bervariasi pada Sabtu pagi. Produk emas dari UBS dan Galeri24 terpantau stabil masing-masing di level Rp2.892.000 dan Rp2.833.000 per gram. Sementara itu,…

    Harga Solar di SPBU bp Turun Jadi Rp29.890 per Liter

    BP Indonesia menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar BP Ultimate Diesel menjadi Rp29.890 per liter dari sebelumnya Rp30.890 per liter pada awal Mei 2026. Penyesuaian ini hanya berlaku…