Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Pascabencana, KemenPPPA Fokus Trauma Healing Berkelanjutan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menekankan pentingnya pendampingan psikososial berkelanjutan bagi perempuan pascabencana. Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menilai bahwa perempuan justru mengalami trauma yang lebih berat dibandingkan anak-anak, terutama setelah menyaksikan rumah hanyut dan memikirkan masa depan keluarga. Saat meninjau wilayah terdampak di Pulau Sumatra, Arifah mengapresiasi upaya respons cepat, mulai dari konsolidasi internal hingga pelaksanaan trauma healing.

Meski anak-anak tampak baik secara kasat mata, Arifah mengingatkan bahwa trauma mereka dapat terbawa hingga dewasa. Pemerintah pusat juga bergerak cepat menyalurkan bantuan, termasuk mengirim logistik ke daerah terisolir melalui helikopter. KemenPPPA menaruh perhatian khusus pada kelompok rentan dengan memastikan kebutuhan spesifik perempuan dan anak terpenuhi.

Sementara itu, BNPB melaporkan bahwa jumlah korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah mencapai 836 orang meninggal, 518 hilang, dan 2.700 terluka. Data ini menunjukkan tingginya dampak bencana dan urgensi pendampingan psikososial jangka panjang.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Optimal Akhir 2026

    Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 30 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi…

    Prabowo Sebut 121 Kebijakan Transformatif Telah Dijalankan Selama 21 Bulan Pemerintahan

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 21 bulan masa pemerintahan. Kebijakan tersebut mencakup berbagai sektor strategis untuk menyelesaikan persoalan bangsa yang selama bertahun-tahun belum…