Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Pascabencana, KemenPPPA Fokus Trauma Healing Berkelanjutan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menekankan pentingnya pendampingan psikososial berkelanjutan bagi perempuan pascabencana. Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menilai bahwa perempuan justru mengalami trauma yang lebih berat dibandingkan anak-anak, terutama setelah menyaksikan rumah hanyut dan memikirkan masa depan keluarga. Saat meninjau wilayah terdampak di Pulau Sumatra, Arifah mengapresiasi upaya respons cepat, mulai dari konsolidasi internal hingga pelaksanaan trauma healing.

Meski anak-anak tampak baik secara kasat mata, Arifah mengingatkan bahwa trauma mereka dapat terbawa hingga dewasa. Pemerintah pusat juga bergerak cepat menyalurkan bantuan, termasuk mengirim logistik ke daerah terisolir melalui helikopter. KemenPPPA menaruh perhatian khusus pada kelompok rentan dengan memastikan kebutuhan spesifik perempuan dan anak terpenuhi.

Sementara itu, BNPB melaporkan bahwa jumlah korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah mencapai 836 orang meninggal, 518 hilang, dan 2.700 terluka. Data ini menunjukkan tingginya dampak bencana dan urgensi pendampingan psikososial jangka panjang.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Hari ke-18 SAR KM Virgo, Sebanyak 57 Korban Masih dalam Pencarian

    Jakarta – Basarnas terus memperkuat operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Memasuki hari ke-18 operasi SAR pada Rabu (30/9/2026), sebanyak 1.041 personel gabungan dikerahkan…

    DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit

    Jakarta – DPR RI menyetujui Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Persetujuan tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen,…