Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Pascabencana, KemenPPPA Fokus Trauma Healing Berkelanjutan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menekankan pentingnya pendampingan psikososial berkelanjutan bagi perempuan pascabencana. Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menilai bahwa perempuan justru mengalami trauma yang lebih berat dibandingkan anak-anak, terutama setelah menyaksikan rumah hanyut dan memikirkan masa depan keluarga. Saat meninjau wilayah terdampak di Pulau Sumatra, Arifah mengapresiasi upaya respons cepat, mulai dari konsolidasi internal hingga pelaksanaan trauma healing.

Meski anak-anak tampak baik secara kasat mata, Arifah mengingatkan bahwa trauma mereka dapat terbawa hingga dewasa. Pemerintah pusat juga bergerak cepat menyalurkan bantuan, termasuk mengirim logistik ke daerah terisolir melalui helikopter. KemenPPPA menaruh perhatian khusus pada kelompok rentan dengan memastikan kebutuhan spesifik perempuan dan anak terpenuhi.

Sementara itu, BNPB melaporkan bahwa jumlah korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah mencapai 836 orang meninggal, 518 hilang, dan 2.700 terluka. Data ini menunjukkan tingginya dampak bencana dan urgensi pendampingan psikososial jangka panjang.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Prabowo Hadiri Jamuan KTT ASEAN, Perkuat Solidaritas Kawasan

    Presiden Prabowo Subianto menghadiri jamuan makan malam dalam rangkaian KTT ASEAN ke-48 yang digelar di Cebu, Filipina, Jumat malam (8/5). Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat solidaritas dan kerja…

    Wapres Gibran Minta Nelayan Maksimalkan Fasilitas untuk Dongkrak Produksi

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta nelayan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih Desa Margasari, Lampung Timur, guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Peninjauan dilakukan untuk memastikan…