Prabowo Subianto memperingatkan jajarannya agar tidak membuat laporan manipulatif atau laporan yang hanya bertujuan menyenangkan atasan. Peringatan tersebut disampaikan saat peringatan satu tahun berdirinya Badan Pengelola Investasi Danantara di Jakarta, Rabu (11/3).
Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin menerima laporan palsu dalam pengelolaan perusahaan negara. Ia juga menyinggung laporan kinerja BUMN yang menunjukkan peningkatan return on assets hingga lebih dari 300 persen sepanjang 2025.
Presiden juga menyoroti banyaknya anak dan cucu perusahaan di bawah beberapa BUMN yang dinilai berpotensi menimbulkan penyimpangan. Bahkan, menurutnya, ada BUMN yang memiliki hingga ratusan anak perusahaan.
Karena itu, Prabowo menilai konsolidasi pengelolaan perusahaan negara melalui Danantara menjadi langkah penting agar pengawasan lebih efektif dan pengelolaan kekayaan negara dapat berjalan lebih optimal.
Dikutip dari antaranews.com







