Jakarta – Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski ada kebijakan efisiensi akibat dampak perang di Timur Tengah. Pemberian MBG disesuaikan dari enam hari menjadi lima hari per minggu, namun tetap enam hari untuk wilayah 3T, sekolah berasrama, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, menegaskan pengurangan hari tidak mengurangi kualitas dan kuantitas makanan. Menu MBG tetap menggunakan bahan segar sesuai standar gizi dari Kementerian Kesehatan.
Selain itu, Badan Bergizi Nasional menyesuaikan anggaran dengan mengurangi kegiatan seremonial, perjalanan dinas, dan penggunaan kendaraan pejabat. Pemerintah menekankan masyarakat tetap dapat memberikan kritik membangun untuk evaluasi agar program MBG lebih optimal, sekaligus mendukung transformasi budaya kerja dan hemat energi secara nasional.
Dikutip dari RRI.co.id








