PSI Tegaskan Polri Perlu Tetap Bawah Presiden untuk Supremasi Sipil

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan dukungannya agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah Presiden, bukan kementerian.

Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, menyatakan bahwa penempatan ini penting untuk menegakkan supremasi sipil dan memastikan akuntabilitas demokratis. Dalam negara demokratis, seluruh instrumen kekuasaan, termasuk aparat penegak hukum, harus berada di bawah kendali sipil yang dipilih rakyat.

Andy menjelaskan, Presiden sebagai kepala pemerintahan memegang mandat langsung dari rakyat, sehingga kepolisian di bawah Presiden adalah wujud nyata supremasi sipil. Struktur ini juga dianggap lebih efisien karena rantai komando jelas dan mampu menghadapi tantangan keamanan secara responsif.

PSI menekankan bahwa menjaga netralitas Polri sebaiknya dilakukan melalui:

  • Memperkuat profesionalisme aparat,
  • Membangun sistem pengawasan yang solid,
  • Melakukan reformasi institusional.

Menurut Andy, keberadaan Polri di bawah Presiden mempermudah pertanggungjawaban politik kepada DPR dan rakyat, menjadikannya pilihan yang paling rasional dan demokratis untuk memperkuat negara hukum dan pelayanan publik.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Tak Ada Konflik, Ade Armando Pilih Keluar dari PSI

    Ade Armando resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui konferensi pers di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5). Ia menegaskan keputusan tersebut diambil bukan karena konflik internal,…

    PKB: Ambang Batas Parlemen Harus Lindungi Suara Rakyat

    Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan belum menetapkan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) untuk Pemilu Legislatif 2029, namun menekankan pentingnya perhitungan yang rasional agar tidak menghilangkan suara sah pemilih. Sekretaris…