Nilai tukar rupiah menguat tipis ke level Rp18.170 per dolar AS pada perdagangan Kamis (29/10/2026) pagi. Rupiah naik 14 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia. Peso Filipina naik 0,32 persen, ringgit Malaysia menguat 0,20 persen, dolar Singapura naik 0,13 persen, sedangkan yuan China terapresiasi 0,06 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi menguat seiring pelemahan dolar AS setelah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Namun, pergerakan pasar saham domestik dan aliran dana investor asing masih menjadi perhatian.
Menurut Lukman, masuknya kembali dana asing atau net buy seperti yang terjadi pada Rabu (28/10) dapat memberikan dukungan tambahan bagi rupiah.
Ia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan Kamis.








