Seskab dan Gojek Bahas Kebijakan Ojol yang Berkeadilan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima audiensi CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Hans Patuwo untuk membahas kebijakan yang dinilai berpihak kepada pengemudi ojek online (ojol) sekaligus menjaga keberlanjutan dunia usaha. Pertemuan berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, pada Jumat malam.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah dan Gojek membahas sejumlah masukan terkait peningkatan kesejahteraan pengemudi online serta upaya menjaga ekosistem bisnis transportasi digital tetap sehat dan berkembang. Pemerintah menegaskan kebijakan yang diterapkan harus mampu memberikan keseimbangan antara kepentingan mitra pengemudi dan keberlangsungan usaha aplikator.

Seskab Teddy menyampaikan Gojek mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan pendapatan pengemudi online dari sebelumnya 80 persen menjadi 92 persen dari total transaksi. Saat ini, Gojek memiliki sekitar 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Gojek juga menyatakan akan menghapus program langganan layanan GoRide Hemat sebagai langkah penyesuaian terhadap Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Regulasi tersebut mengatur pembagian pendapatan antara aplikator dan pengemudi demi menciptakan sistem bisnis yang lebih adil dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan keberlanjutan bisnis perusahaan aplikasi agar ekosistem transportasi digital nasional tetap tumbuh sehat di masa mendatang.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Penyidikan Korupsi MBG Berlanjut, Kejagung Panggil Tenaga Ahli BGN hingga Direktur Perusahaan

    Jakarta — Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mendalami dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025-2026. Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak…

    KSP Sebut Sekolah Nasional Terintegrasi Jadi Strategi Pemerataan Pendidikan Berkualitas

    Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai langkah strategis pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang lebih merata hingga ke berbagai wilayah Indonesia. Kepala KSP Dudung Abdurachman…