SMK Go Global Siapkan Lulusan SMK Bersaing di Pasar Kerja Internasional

Jakarta – Program SMK Go Global membuka akses bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk bekerja di luar negeri dengan menggabungkan penguatan kompetensi dan penempatan pekerja migran. Program ini merupakan kolaborasi Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Emmy Suryandari mengatakan Kementerian Perindustrian berperan menyiapkan keterampilan dan kompetensi teknis, sementara KP2MI membuka akses kerja serta penempatan ke negara tujuan.

SMK Go Global tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mencakup pemetaan kebutuhan tenaga kerja, sertifikasi kompetensi, pencocokan pekerjaan, hingga penempatan. Peserta juga dibekali kemampuan bahasa dan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional agar dapat bekerja secara aman, prosedural, dan berdaya saing.

Sejumlah negara yang menjadi sasaran pemetaan kebutuhan tenaga kerja antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Malaysia, dan Singapura, serta beberapa negara di Eropa, Turki, Taiwan, dan Maladewa.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menilai program tersebut menjadi bentuk pelindungan sejak tahap awal bagi calon pekerja migran. Pemerintah tetap memprioritaskan lapangan kerja di dalam negeri, namun juga menyiapkan fasilitas dan aturan bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.

Kementerian Perindustrian sendiri terus memperkuat pendidikan vokasi melalui sistem link and match dengan kebutuhan industri. Pendidikan vokasi tersebut mencakup 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK untuk mencetak SDM yang kompeten serta mampu bersaing di pasar kerja nasional dan global.

  • Related Posts

    Instruksi Mendagri: Buka Lahan dengan Membakar Dilarang saat Karhutla

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk melarang pembukaan lahan dengan cara membakar tanpa terkecuali di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah…

    Momen Prabowo Makan Siang Bersama Putin di Vladivostok, Bahas Kerja Sama Strategis

    Presiden Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap siang bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan rasa senangnya dapat kembali bertemu Putin sekaligus berterima…