SURAKARTA — Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Tengah menggelar Roadshow Tingkat Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di Kota Surakarta pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan sinergi antarinstansi dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Tengah yang terdiri atas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah Muhamad Masrofi, S.Sos., M.Si., Polresta Surakarta, serta Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja (Persero) Jawa Tengah Triadi, S.H., M.H., QCRO., diterima langsung oleh Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto beserta jajaran Pemerintah Kota Surakarta.
Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah Muhamad Masrofi, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa tingkat kepatuhan pembayaran PKB pada tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih serta masih rendahnya kesadaran warga dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan.
“Pembayaran PKB memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui mekanisme opsen PKB, yaitu pengembalian sebagian penerimaan pajak kepada pemerintah kabupaten/kota sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja (Persero) Jawa Tengah Triadi, S.H., M.H., QCRO. menambahkan bahwa penurunan kepatuhan pembayaran PKB dan SWDKLLJ terjadi di tengah meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Surakarta. Kondisi ini memerlukan upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tertib administrasi dan keselamatan berlalu lintas.
“SWDKLLJ yang dibayarkan bersamaan dengan PKB merupakan sumber dana perlindungan dasar yang dikelola PT Jasa Raharja untuk memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas. Semakin tinggi kepatuhan masyarakat, semakin besar pula dukungan terhadap keberlangsungan perlindungan dasar tersebut,” tambahannya.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto mengapresiasi langkah Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Tengah dan menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Surakarta. Ia mendorong penambahan serta pemanfaatan media online melalui berbagai kanal untuk mengedukasi masyarakat mengenai manfaat opsen PKB dan pentingnya SWDKLLJ.
“Pemanfaatan media online di berbagai kanal perlu ditingkatkan untuk menyosialisasikan manfaat opsen PKB dan SWDKLLJ. Edukasi yang luas mengenai keselamatan dan tertib administrasi ini diharapkan dapat menekan dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Surakarta, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Melalui roadshow ini, Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Tengah berharap sinergi lintas instansi semakin kuat guna mengoptimalkan PAD serta mewujudkan pelayanan Samsat yang lebih mudah, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.





