Menurunkan berat badan kerap menjadi tantangan, dan banyak orang tergoda dengan metode cepat yang ternyata berisiko. Dokter spesialis gizi M. Ingrid Budiman dari Bethsaida Hospital menjelaskan bahwa penurunan berat badan drastis dalam waktu singkat sering kali disebabkan oleh hilangnya cairan dan massa otot, bukan lemak. Kondisi ini membuat tubuh mengalami “krisis energi,” metabolisme melambat, hormon terganggu, dan berat badan mudah naik kembali setelah diet dihentikan.
Untuk menurunkan berat badan secara sehat dan berkelanjutan, Ingrid menyarankan beberapa langkah praktis: makan teratur sesuai porsi kebutuhan, memperbanyak sayur dan serat, membatasi makanan dan minuman manis, mengunyah makanan minimal 32 kali, serta membatasi garam hingga 1 sendok teh per hari. Selain itu, membaca label gizi pada produk kemasan membantu menjaga asupan nutrisi tetap tepat.
Aktivitas fisik juga penting: olahraga minimal 150 menit per minggu seperti jalan cepat, bersepeda, atau senam, serta latihan kekuatan otot 2–3 kali seminggu. Dengan konsistensi melakukan perubahan kecil, penurunan berat badan menjadi lebih aman, stabil, dan efektif dalam jangka panjang.
Dikutip dari liputan6.com






