Utang Luar Negeri Indonesia Q3 2025 Turun Jadi USD424,4 Miliar, Struktur ULN Masih Sehat

Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri Indonesia Q3 2025 mencapai USD424,4 miliar atau setara Rp7.091,72 triliun dengan kurs Rp16.710/USD. Jumlah ini menurun dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar USD432,3 miliar, sementara secara tahunan ULN terkontraksi 0,6 persen.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan perlambatan pertumbuhan ULN dipengaruhi oleh kontraksi utang sektor swasta dan melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik. Meski demikian, struktur utang Indonesia tetap sehat dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5% dari 30,4% pada triwulan II 2025.

Sebagian besar ULN bersifat jangka panjang (86,1%), menjadikannya relatif aman. ULN pemerintah tumbuh 2,9% secara tahunan, meski lebih lambat dibanding kuartal sebelumnya. Sementara ULN swasta turun menjadi USD191,3 miliar, terutama berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan, asuransi, listrik, gas, dan pertambangan.

BI menegaskan ULN akan terus dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dengan tetap meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Sumber liputan6.com

  • Related Posts

    Pembiayaan Kendaraan Ramah Lingkungan Jadi Andalan BSI, BSI OTO Tumbuh Positif di 2026

    PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan positif pada pembiayaan kendaraan melalui layanan BSI OTO. Hingga Juni 2026, nilai outstanding pembiayaan kendaraan syariah tersebut mencapai sekitar Rp6,7 triliun atau…

    Harga Perak Antam Melemah Rp900, Pasar Global Masih Dibayangi Kebijakan The Fed

    Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam turun Rp900 menjadi Rp43.050 dari sebelumnya Rp43.950. Penurunan harga perak…