Pekalongan – PT Jasa Raharja berkomitmen penuh untuk tidak hanya memberikan perlindungan dasar, tetapi juga mendampingi pemulihan ekonomi keluarga korban kecelakaan. Komitmen nyata ini diwujudkan melalui gelaran kegiatan literasi keuangan bertajuk “Bangkit dan Berkarya Menatap Masa Depan Lebih Baik” yang dilaksanakan di Hotel Amandaru, Kota Pekalongan, Kamis (18/6/2026).
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jasa Raharja Jawa Tengah, Triadi, SH., MH., QRCO., didampingi Kepala Bagian Pelayanan Jasa Raharja, Lumalo Marajuang Harahap, SH., serta Kepala Cabang Jasa Raharja Pekalongan, Jullyanto Eka Prasetia N., SE., MM Kegiatan edukatif ini merangkul sebanyak 75 peserta yang merupakan ahli waris korban kecelakaan lalu lintas dari wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.
Program ini dirancang khusus untuk memberikan pembekalan psikologis dan manajerial agar para ahli waris mampu mengelola dana santunan yang diterima secara bijak, produktif, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu memicu kemandirian ekonomi keluarga yang ditinggalkan agar tetap memiliki masa depan yang cerah.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, Jasa Raharja menghadirkan tiga narasumber ahli di bidang pemberdayaan ekonomi. Materi pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, S.Pt., M.T., yang mengupas peluang pasar dan legalitas usaha mikro.
Selanjutnya, materi mengenai akses pemodalan dan manajemen risiko usaha dipaparkan oleh Amami Sri Suharti selaku perwakilan PNM Area Wilayah Pekalongan. Sesi pembekalan ditutup dengan pematerian teknis dan motivasi kewirausahaan oleh praktisi sekaligus narasumber UMKM Sukes, Ar. Pudji Teguh Rahardjo, S.T., M.Ars., IAI.
Melalui sinergi pembekalan literasi keuangan dan kewirausahaan ini, Jasa Raharja berharap santunan yang diserahkan tidak habis untuk kebutuhan konsumtif, melainkan menjadi stimulus modal usaha. Dengan demikian, para ahli waris memiliki bekal keterampilan yang kuat untuk bangkit merintis usaha baru dan menata kembali perekonomian keluarga secara mandiri.






