Jakarta — PT Jasa Marga (Persero) Tbk membuka peluang investasi pada ruas jalan tol yang sudah beroperasi atau brownfield sebagai bagian dari strategi pengembangan portofolio perseroan. Opsi tersebut dipertimbangkan di tengah jumlah tender jalan tol baru yang tidak sebanyak periode sebelumnya.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono mengatakan setiap peluang investasi akan dievaluasi secara selektif dan komprehensif. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan meliputi prospek konektivitas, keberadaan jalan tol eksisting, kelayakan investasi, serta kemampuan finansial perseroan.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Jasa Marga mengoptimalkan portofolio melalui investasi pada proyek greenfield maupun brownfield. Perseroan juga melakukan penataan portofolio melalui proses streamlining untuk menjaga keberlanjutan bisnis.
Hingga 30 Juni 2026, Jasa Marga memiliki 36 konsesi dengan total panjang 1.736 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.294 kilometer telah beroperasi atau setara sekitar 42 persen dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Selain menjajaki investasi pada ruas eksisting, Jasa Marga menargetkan penyelesaian lima ruas tol baru pada 2026. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan pengendalian belanja modal untuk menjaga arus kas bebas atau free cash flow tetap positif.







