KUR Kekayaan Intelektual Rp10 Triliun, UMKM dan Pelaku Ekonomi Kreatif Bisa Dapat Modal Lebih Mudah

Pemerintah Indonesia menggelontorkan Rp10 triliun untuk KUR berbasis kekayaan intelektual (KI) sebagai dorongan bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Kebijakan ini disetujui dalam rapat koordinasi nasional pada 17 November 2025.

Dengan kebijakan ini, Indonesia menjadi negara ke-15 di dunia yang menyediakan pembiayaan berbasis KI. Skema ini memungkinkan para pelaku ekonomi kreatif mengakses modal dengan jaminan proyek berbasis KI, yang akan dinilai oleh lembaga valuator resmi.

Pembiayaan KUR berbasis KI akan tersedia mulai 2026, dengan bunga 2,4 persen per tahun untuk bank. Nilai modal disesuaikan dengan taksiran valuasi, dan agunan tambahan bisa diajukan jika diperlukan.

Pemerintah menekankan pentingnya skema ini untuk mendorong riset, inovasi, dan pengembangan produk kreatif, seiring tren global yang kini menekankan investasi pada aset tak berwujud. Dengan 26 juta pekerja ekonomi kreatif dan 63 juta UMKM di Indonesia, KUR berbasis KI diharapkan mampu menutup kesenjangan pembiayaan nasional dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

DJKI akan memastikan kualitas standar valuasi, integrasi data KI, dan perlindungan hukum, sementara masyarakat dan UMKM didorong segera mendaftarkan kekayaan intelektual mereka agar bisa mengakses skema pembiayaan ini secara maksimal.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Harga Emas UBS dan Galeri24 Stabil, Antam Turun di Pegadaian

    Harga emas di platform Sahabat Pegadaian menunjukkan pergerakan bervariasi pada Sabtu pagi. Produk emas dari UBS dan Galeri24 terpantau stabil masing-masing di level Rp2.892.000 dan Rp2.833.000 per gram. Sementara itu,…

    Harga Solar di SPBU bp Turun Jadi Rp29.890 per Liter

    BP Indonesia menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar BP Ultimate Diesel menjadi Rp29.890 per liter dari sebelumnya Rp30.890 per liter pada awal Mei 2026. Penyesuaian ini hanya berlaku…