Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026 meski harga minyak dunia mengalami kenaikan. Sementara itu, harga BBM non-subsidi berpeluang mengalami penyesuaian mengikuti perkembangan pasar.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar berada di level Rp6.800 per liter hingga akhir tahun. Pemerintah sebelumnya juga telah menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi dipertahankan di tengah gejolak harga energi global.
Untuk BBM non-subsidi, Yuliot menyebut harga akan dievaluasi berdasarkan rata-rata pergerakan harga pasar selama satu bulan. Penyesuaian dapat dilakukan terhadap sejumlah produk, termasuk Pertamax, Pertamax Green, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Di sisi lain, Kementerian ESDM membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai rencana kenaikan harga Pertalite menjadi Rp13.500 per liter. Juru Bicara ESDM Dwi Anggia menyatakan informasi tersebut merupakan hoaks.
Pergerakan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang terus dipantau pemerintah. ESDM mencatat ICP Agustus 2026 berada di US$89,43 per barel, naik dari US$81,68 per barel pada Juli.
Sementara itu, harga BBM non-subsidi Pertamina pada akhir September menunjukkan sejumlah produk telah mengalami penyesuaian dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan harga Pertamax tercatat tetap Rp15.950 per liter.







