Rupiah Loyo ke Rp17.938 per Dolar AS, Sentimen Pasar Domestik Masih Tertekan

Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.938 per dolar AS pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Mata uang Garuda turun 35 poin atau 0,20 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Yuan China, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, dan dolar Hong Kong menguat. Sementara itu, peso Filipina melemah 0,27 persen dan won Korea Selatan terkoreksi 0,20 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah terjadi meskipun dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury berbalik turun setelah data inflasi AS dirilis lebih tinggi dari perkiraan.

Menurut Lukman, kondisi tersebut mencerminkan sentimen pasar yang masih lemah. Tekanan di pasar domestik serta berlanjutnya aksi jual bersih oleh investor asing turut membebani pergerakan rupiah.

  • Related Posts

    Kemendag Perkuat Ekspor UMKM Desa Lewat Kolaborasi dengan Astra di TEI 2026

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Astra menandatangani 10 nota kesepahaman (MoU) senilai Rp69 miliar untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kerja sama tersebut dilakukan dalam rangkaian Trade Expo Indonesia…

    Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.248 Triliun pada Agustus 2026, Naik 5,6 Persen

    Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$459,3 miliar atau sekitar Rp8.248 triliun pada Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 5,6 persen secara tahunan dan meningkat dibandingkan…