KUR dan Kredit Program Pemerintah 2025: Dukungan UMKM & Penyerapan Tenaga Kerja

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 14 November 2025 mencapai Rp240,09 triliun untuk 4,07 juta UMKM, dengan NPL hanya 2,18%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan bahwa KUR berperan tidak hanya sebagai pembiayaan murah, tetapi juga mendorong UMKM naik kelas dan produktif.

Debitur baru tahun ini mencapai 2,34 juta, sementara 1,17 juta debitur graduasi berhasil naik kelas. Penyaluran KUR ke sektor produksi mencapai 60,7%, lebih tinggi dari target 60%, dengan potensi penyerapan 20 juta tenaga kerja.

Untuk 2026, pemerintah menargetkan penyaluran KUR Rp295 triliun, dengan porsi sektor produksi minimal 65%, suku bunga flat 6%, dan tanpa pembatasan frekuensi akses. Skema KUR berbasis kekayaan intelektual juga diperkenalkan untuk mendukung ekonomi kreatif dengan target Rp10 triliun.

Selain KUR, pemerintah memperluas manfaat kredit program lain, seperti Kredit Alsintan, KPP, dan KIPK, dengan target peningkatan signifikan pada 2026. Langkah ini menunjukkan fokus pemerintah pada penguatan basis produksi, industrialisasi, serta penciptaan lapangan kerja dan rumah layak.

Dengan kebijakan dan implementasi yang konsisten, KUR dan kredit program pemerintah diyakini akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    BTN Siapkan Rp23,18 Triliun untuk Kebutuhan Uang Tunai Jelang Lebaran 2026

    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,18 triliun untuk memastikan kecukupan dana bagi masyarakat dan nasabah selama periode Hari Raya Idul Fitri 2026. Penyediaan dana…

    IHSG Senin Pagi Melemah 21,76 Poin

    Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi (16/3/2026) dibuka melemah 21,76 poin atau 0,30 persen ke posisi 7.115,45. Sementara itu, kelompok 45 saham…