Digitalisasi Dorong Lonjakan Transaksi Non-Tunai Rp642 Triliun di Indonesia 2025

Pemerintah mencatat lonjakan transaksi non-tunai di Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp642 triliun, naik 20,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kenaikan ini mencerminkan perubahan besar dalam perilaku masyarakat, khususnya dalam aktivitas pembayaran sehari-hari.

Pergeseran ke pembayaran digital didorong oleh kemudahan, kecepatan, dan efisiensi QRIS, e-banking, dan infrastruktur pembayaran digital yang semakin mapan. Hingga semester I 2025, 501 pemerintah daerah atau 91,8% telah memiliki ekosistem digital yang terintegrasi, menghasilkan nilai transaksi Rp75,3 triliun dari pajak dan retribusi daerah.

Selain itu, QRIS kini telah digunakan oleh 58 juta konsumen dan 40 juta merchant, serta dapat digunakan lintas negara di Malaysia, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Pemerintah juga mengoptimalkan penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk pembayaran operasional pemerintah daerah, memperluas layanan digital hingga wilayah 3T dengan teknologi serat optik dan satelit.

Dengan digitalisasi yang semakin meluas, transaksi non-tunai menjadi tren utama, mendorong inklusi keuangan dan memperkuat ekosistem pembayaran di seluruh Indonesia.

Sumber liputan6.com

  • Related Posts

    Harga Emas UBS dan Galeri24 Stabil, Antam Turun di Pegadaian

    Harga emas di platform Sahabat Pegadaian menunjukkan pergerakan bervariasi pada Sabtu pagi. Produk emas dari UBS dan Galeri24 terpantau stabil masing-masing di level Rp2.892.000 dan Rp2.833.000 per gram. Sementara itu,…

    Harga Solar di SPBU bp Turun Jadi Rp29.890 per Liter

    BP Indonesia menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar BP Ultimate Diesel menjadi Rp29.890 per liter dari sebelumnya Rp30.890 per liter pada awal Mei 2026. Penyesuaian ini hanya berlaku…