Natalius Pigai: Keadilan Harus Berpihak pada yang Lemah dalam Konflik Lahan TPL di Sumatra Utara

Kementerian HAM tengah melakukan pendalaman serius terhadap konflik lahan antara masyarakat Sumatra Utara dan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan bahwa tim internal telah bertemu dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, lembaga negara, hingga masyarakat terdampak untuk menggali informasi yang lebih komprehensif.

Dari hasil sementara, ditemukan dua persoalan utama: tapal batas dan kepemilikan lahan. Pigai menjelaskan bahwa terdapat perbedaan versi antara perusahaan dan masyarakat, sehingga diperlukan dialog terbuka agar solusi yang dirumuskan tidak merugikan satu pihak pun. Ia menegaskan bahwa ukuran keadilan harus dinilai dari perspektif pihak yang paling lemah, terutama masyarakat yang terdampak langsung konflik.

Tenaga Ahli Kementerian HAM, Taufan Damanik, menambahkan bahwa tim baru saja menyelesaikan kunjungan kerja intensif di Sumatra Utara dengan bertemu jajaran kepolisian, pemerintah provinsi, kepala daerah, hingga tokoh agama dan masyarakat akar rumput. Menurutnya, langkah ini penting agar negara memiliki gambaran utuh dalam menyusun solusi yang adil dan bermartabat.

Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret Tentukan Lebaran 2026

    Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Idul Fitri 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah. Sidang digelar di…

    Seskab Paparkan Renovasi 16 Ribu Sekolah dan 218 Jembatan

    Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan capaian pemerintah, termasuk renovasi lebih dari 16 ribu sekolah dan pembangunan 218 jembatan dalam 2,5 bulan, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana…