Mendagri Tito Karnavian Jelaskan Alasan Tidak Tetapkan Bencana Nasional untuk Banjir Bandang Sumatera

Jakarta – Meskipun banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, pemerintah pusat memutuskan tidak menetapkan status bencana nasional. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah memastikan penanganan di daerah terdampak berlangsung cepat dan menyeluruh.

Menurut Tito, tindakan pemerintah sejak hari pertama sudah mencerminkan penanganan berskala nasional. “Yang penting itu aksinya, bukan statusnya. Mobilisasi seluruh kekuatan dari provinsi hingga tingkat nasional sudah dilakukan,” ujar Mendagri di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Tito menambahkan, penggunaan status bencana nasional perlu hati-hati karena bisa menimbulkan persepsi krisis di seluruh Indonesia, yang berpotensi memengaruhi sektor pariwisata dan mobilitas internasional. Meski tanpa status bencana nasional, penanganan di tiga provinsi terdampak sudah dilakukan secara maksimal.

Selain itu, Mendagri juga mengumumkan rencana Kemendagri memberikan insentif kepada pemerintah daerah berprestasi mulai 2026, dengan total anggaran Rp1 triliun untuk penghargaan inovasi dan kinerja terbaik antar-daerah.

Dikutip dari liputan6.com

  • Related Posts

    Hari ke-18 SAR KM Virgo, Sebanyak 57 Korban Masih dalam Pencarian

    Jakarta – Basarnas terus memperkuat operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Memasuki hari ke-18 operasi SAR pada Rabu (30/9/2026), sebanyak 1.041 personel gabungan dikerahkan…

    DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit

    Jakarta – DPR RI menyetujui Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Persetujuan tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen,…