Gangguan mental anak di Indonesia meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir, memicu kebutuhan mendesak akan sinkronisasi kebijakan lintas lembaga. Wihaji dari BKKBN menekankan pentingnya kolaborasi kementerian agar intervensi kesehatan mental dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Menkes Budi Gunadi Sadikin melaporkan bahwa gangguan mental pada anak lima kali lebih tinggi dibanding orang dewasa, dipicu oleh interaksi sosial yang berubah akibat paparan gadget berkepanjangan. Screening menunjukkan tingkat anxiety dan depresi anak jauh lebih tinggi secara konsisten.
Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh gangguan mental, mulai dari kecemasan hingga psikosis, dijamin oleh sistem nasional. Pemerintah terus memperkuat edukasi publik agar masyarakat sadar manfaat layanan ini dan kasus dapat tertangani lebih cepat.
Dengan langkah terpadu, diharapkan gangguan mental anak dapat ditekan, memberikan perlindungan psikologis optimal bagi generasi muda Indonesia.
Dikutip dari RRI.co.id








