IHSG Menguat di 8.884,62, Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.746/USD

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 25,42 poin atau 0,29 persen ke posisi 8.884,62 pada Selasa pagi (6/1/2026). Kelompok saham unggulan LQ45 naik 1,66 poin atau 0,19 persen ke posisi 861,44. Berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support 8.730 dan resistance 8.920.

Optimisme pasar didorong oleh pemulihan ekonomi global, meski konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela berlangsung, harga minyak relatif stabil, dan harga emas meningkat. Dari dalam negeri, pemerintah melanjutkan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun sepanjang 2026. Data BPS juga mencatat surplus neraca perdagangan 2,66 miliar dolar AS dan inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen (mtm) atau 2,92 persen (yoy).

Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah tipis 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.746 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.740/USD. Bursa saham global pagi ini juga menunjukan penguatan, dengan indeks Nikkei naik 0,69 persen, Shanghai 0,85 persen, Hang Seng 1,45 persen, dan Straits Times 0,86 persen.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    Harga Minyak Tergelincir, Pasar Pantau Gencatan Senjata dan Pertemuan AS-China

    Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Rabu (13/5/2026) di tengah perhatian investor terhadap kondisi geopolitik Timur Tengah dan agenda pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi…

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri24 Stabil, Antam Turun

    Harga emas di Pegadaian pada Kamis pagi menunjukkan pergerakan beragam. Berdasarkan laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS dan Galeri24 tercatat stabil, sementara emas Antam mengalami penurunan dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.…