Gereja Katedral Jakarta mengajak umat Katolik menghidupi nilai kesederhanaan dalam peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk refleksi iman sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
Vikaris Episkopal KAJ, Yusup Edi Mulyono, mengatakan umat diajak mengurangi konsumsi berlebihan serta membatasi kebutuhan yang tidak penting agar dapat menjaga alam dan membantu sesama yang membutuhkan.
Menurutnya, hidup sederhana juga menjadi cara untuk memberi ruang bagi lingkungan tetap lestari sekaligus memperkuat rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ia mencontohkan kisah mukjizat Yesus memberi makan lima ribu orang yang menyisakan makanan untuk dibagikan kembali kepada mereka yang membutuhkan.
Selain itu, umat juga diajak menanam harapan melalui tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, menanam pohon, hingga membangun kepedulian terhadap generasi mendatang.
Senada dengan itu, Benedictus Cahyo Christanto menilai kesederhanaan bukan berarti hidup kekurangan, melainkan menggunakan segala sesuatu secara secukupnya tanpa keterikatan berlebihan pada materi maupun teknologi.
Ia menegaskan gaya hidup sederhana tetap relevan di tengah perkembangan modernitas saat ini. Menurutnya, masyarakat perlu bersikap bijak dalam menggunakan teknologi dan tidak hidup secara berlebihan agar tetap mampu menjaga keseimbangan hidup serta nilai spiritualitas.
Dikutip dari RRI.co.id






