Bank Indonesia: Struktur Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Sehat

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 turun menjadi 423,8 miliar dolar AS, dengan rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menurun menjadi 29,3%. Sebelumnya, pada Oktober 2025, ULN tercatat 424,9 miliar dolar AS dengan rasio 29,4%. Dominasi ULN jangka panjang mencapai 86,1% dari total utang.

Direktur Eksekutif BI Ramdan Denny Prakoso menegaskan struktur ULN Indonesia tetap sehat, berkat pengelolaan yang hati-hati dan koordinasi BI dengan pemerintah. ULN dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dengan pengelolaan yang cermat untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Secara rinci, ULN pemerintah turun menjadi 209,8 miliar dolar AS dari 210,5 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan tahunan melambat dari 4,7% menjadi 3,3%. ULN pemerintah didominasi utang jangka panjang (99,99%) dan dialokasikan untuk sektor kesehatan, pendidikan, administrasi pemerintah, pertahanan, konstruksi, serta transportasi.

Sementara itu, ULN swasta juga turun menjadi 191,2 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan kontraksi tahunan -1,3%, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan, energi, dan pertambangan, mencapai 80,5% dari total ULN swasta.

Sumber antaranews.com

  • Related Posts

    Harga Perak Antam Merosot Jadi Rp44.000 per Gram, Ini Rinciannya

    Jakarta – Harga perak Antam hari ini, Sabtu (29/8/2026), mengalami penurunan Rp1.700 menjadi Rp44.000. Berdasarkan informasi pada laman Logam Mulia, harga tersebut turun dari perdagangan sebelumnya yang berada di level…

    Kemenkeu Ambil Alih Pengelolaan Utang Whoosh Mulai 15 September 2026

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mulai mengambil alih pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh pada 15 September 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah masih membahas skema yang…