Jakarta – Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Jumat, 16 Januari 2026 (Sabtu WIB), dipicu kekhawatiran potensi gangguan pasokan meski risiko serangan militer AS terhadap Iran menurun. Harga Brent naik 0,58% menjadi USD 64,13 per barel, sementara WTI naik 0,42% menjadi USD 59,44 per barel, membawa Brent menuju kenaikan mingguan 2% dan WTI 1,4%.
Kenaikan terjadi di tengah spekulasi pasar atas kemungkinan blokade Selat Hormuz dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Analis UBS, Giovanni Staunovo, menekankan bahwa pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan. Namun, analis Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, menyatakan bahwa pasokan global masih melimpah dan harga diperkirakan bergerak di kisaran Brent USD 57–67 per barel jika permintaan Tiongkok tidak melonjak atau aliran minyak fisik tidak terganggu.
Sebelumnya, harga sempat turun lebih dari 4% setelah Presiden AS Donald Trump meredakan spekulasi serangan militer terhadap Iran. Meski ketegangan mereda, protes dan langkah sanksi AS terhadap pejabat Iran tetap menjadi faktor yang mempengaruhi dinamika pasar minyak global. Investor terus memantau perkembangan geopolitik dan pasokan minyak untuk menentukan strategi investasi jangka pendek.
Dikutip dari liputan6.com








