Rupiah Berpeluang Menguat, Dolar AS Tertekan Aksi Jual Obligasi

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (20/1/2026) bergerak melemah 30 poin atau 0,18 persen ke level Rp16.985 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.955 per dolar AS. Meski demikian, rupiah dinilai masih memiliki peluang untuk menguat.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyebutkan dolar AS tengah tertekan oleh aksi jual obligasi Amerika Serikat. Kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dari kisaran 4,13 persen menjadi sekitar 4,25 persen, yang berpotensi memberikan ruang penguatan bagi rupiah.

Namun, penguatan rupiah diperkirakan terbatas karena pelaku pasar masih bersikap wait and see menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (21/1/2026). Sementara itu, pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung dinilai tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan rupiah.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, kurs rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.700 hingga Rp17.000 per dolar AS.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    BTN Siapkan Rp23,18 Triliun untuk Kebutuhan Uang Tunai Jelang Lebaran 2026

    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,18 triliun untuk memastikan kecukupan dana bagi masyarakat dan nasabah selama periode Hari Raya Idul Fitri 2026. Penyediaan dana…

    IHSG Senin Pagi Melemah 21,76 Poin

    Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi (16/3/2026) dibuka melemah 21,76 poin atau 0,30 persen ke posisi 7.115,45. Sementara itu, kelompok 45 saham…