Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.955 di Tengah Ancaman Tarif Trump ke Eropa

Jakarta – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, menguat tipis 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.955 per USD dari posisi sebelumnya Rp16.956. Penguatan ini dipengaruhi oleh ancaman tarif Presiden AS Donald Trump terhadap delapan negara Eropa, yang memicu kekhawatiran pasar global dan pelemahan indeks dolar. Tarif awal 10 persen akan berlaku mulai 1 Februari dan berpotensi naik menjadi 25 persen pada 1 Juni jika kesepakatan terkait Greenland tidak tercapai.

Di sisi domestik, pelaku pasar masih mencermati Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, yang diperkirakan akan menahan BI-Rate di 4,75 persen. Analis menilai keputusan ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sekaligus mempertahankan daya tarik aset lokal di tengah arus modal asing yang berhati-hati.

Dengan kombinasi risiko global dan stabilitas domestik, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.910 – Rp16.970 per USD, sementara investor tetap waspada terhadap sentimen geopolitik dan keputusan kebijakan moneter BI.

Dikutip dari antaranews.com

  • Related Posts

    BTN Siapkan Rp23,18 Triliun untuk Kebutuhan Uang Tunai Jelang Lebaran 2026

    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,18 triliun untuk memastikan kecukupan dana bagi masyarakat dan nasabah selama periode Hari Raya Idul Fitri 2026. Penyediaan dana…

    IHSG Senin Pagi Melemah 21,76 Poin

    Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi (16/3/2026) dibuka melemah 21,76 poin atau 0,30 persen ke posisi 7.115,45. Sementara itu, kelompok 45 saham…