Harga minyak mentah global kembali melonjak pada perdagangan Rabu (4/3/2026), dipicu ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Berdasarkan data CNBC, minyak mentah AS naik 4,68% atau USD 3,33, ditutup di USD 74,56 per barel, sedangkan harga Brent meningkat 4,71% atau USD 3,66 menjadi USD 81,40 per barel.
Kenaikan ini sebelumnya sempat lebih dari 9% karena kekhawatiran gangguan pasokan minyak dan gas di Teluk Persia akibat konflik yang melibatkan Iran. Lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz, jalur ekspor minyak mentah global sekitar 20% konsumsi dunia, sempat terhenti total karena khawatir serangan balasan.
Presiden Donald Trump mengumumkan langkah pengamanan, termasuk pengawalan kapal tanker oleh Angkatan Laut AS dan jaminan asuransi politik dari US Development Finance Corporation, yang menenangkan pasar sehingga harga minyak turun tipis setelah lonjakan awal.
Ahli strategi komoditas memperingatkan bahwa jika Selat Hormuz ditutup untuk jangka panjang, harga minyak bisa melonjak melebihi USD 100 per barel. Trump memprediksi kenaikan sementara ini akan mereda begitu konflik berakhir, tetapi pasar tetap mencermati situasi regional yang masih rawan.
Harga minyak hari ini mencerminkan ketegangan geopolitik sebagai faktor utama volatilitas pasar energi global, sekaligus menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia.
Dikutip dari liputan6.com








