Pemerintah mempercepat penyelesaian proyek gas bumi Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku, setelah tercapainya kesepakatan investasi senilai 20 miliar dolar AS. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan proyek ini harus segera memasuki tahap keputusan investasi akhir setelah puluhan tahun tertunda.
Pertemuan Bahlil dengan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda di Tokyo menjadi momentum penting untuk mempercepat proyek. Saat ini pembangunan sudah mencapai sekitar 25 persen, dan pemerintah menargetkan tahap front end engineering and design (FEED) dapat berlangsung kuartal kedua atau ketiga 2026, bersamaan dengan tender engineering, procurement, dan construction (EPC).
Bahlil menekankan pentingnya kepastian pembeli untuk produksi 9 juta ton per tahun. Jika belum ada pembeli hingga akhir April 2026, pemerintah melalui Danantara siap membeli untuk mendukung pasokan program hilirisasi.
Dukungan administratif juga semakin solid, dengan terbitnya dokumen amdal pada Februari 2026 dan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan Januari 2026. Bahlil dan jajaran INPEX menegaskan komitmen mempercepat proyek agar Masela dapat menjadi penggerak ekonomi timur Indonesia sekaligus hub energi masa depan.
Dikutip dari antaranews.com








