Harga Perak Antam Turun Rp1.200 Jadi Rp47.050 per Gram Hari Ini

Jakarta – Harga perak produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Senin, 13 April 2026.

Berdasarkan data dari laman Logam Mulia, harga perak Antam turun Rp1.200 menjadi Rp47.050 per gram dari sebelumnya Rp48.250 per gram. Penurunan ini sejalan dengan koreksi harga logam mulia global, termasuk emas dan perak dunia.

Antam sendiri menyediakan produk perak dalam bentuk batangan 250 gram dan 500 gram, serta perak butiran dengan kadar kemurnian 99,95 persen. Untuk saat ini, harga perak batangan 250 gram berada di kisaran Rp12.287.500, sementara ukuran 500 gram dipatok sekitar Rp23.650.000.

Di pasar global, harga perak juga mengalami tekanan dan turun hampir 3 persen hingga berada di bawah level 74 dolar AS per ounce. Pelemahan ini dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik, terutama setelah rencana Amerika Serikat melakukan blokade di Selat Hormuz.

Kondisi tersebut memicu lonjakan harga energi serta meningkatkan risiko inflasi global. Dampaknya, pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan menunda penurunan suku bunga atau bahkan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Tekanan ini turut membebani harga perak yang telah turun lebih dari 20 persen sejak konflik memanas. Meski demikian, logam mulia seperti emas masih menjadi pilihan investor sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

Ke depan, pergerakan harga perak dan emas diperkirakan tetap fluktuatif, bergantung pada perkembangan geopolitik serta arah kebijakan ekonomi global.

Dikutip dari liputan6.com

  • Related Posts

    IHSG Dibuka Menguat 74,95 Poin ke Level 7.750,90

    Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi. IHSG tercatat naik sebesar 74,95 poin atau 0,98 persen ke level…

    Bank Kalsel Berpotensi Kelola Transaksi Devisa Rp400 Triliun

    Bank Kalsel diproyeksikan mampu mengelola transaksi devisa hingga Rp400 triliun, seiring besarnya potensi perdagangan internasional di Kalimantan Selatan. Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, menyampaikan bahwa potensi…