Jembrana – Keselamatan berlalu lintas berlaku bagi siapa saja, tanpa membedakan profesi maupun latar belakang. Karena itu, pemahaman mengenai cara berkendara yang aman menjadi penting, termasuk bagi para prajurit yang setiap harinya turut menjadi bagian dari pengguna jalan.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Safety Riding/Berkendara dengan Aman yang digelar di Aula Subdenpom IX/3-2 Negara, Jalan Udayana, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (10/9). Kegiatan diikuti sekitar 35 peserta yang merupakan perwakilan prajurit TNI di wilayah binaan Kodim 1617/Jembrana.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Samsat Jembrana, Roby Septianto, S.E., Dansub POM IX/3-2 Negara Kapten CPM Sauki, Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta, S.H., personel Kodim 1617/Jembrana, personel Yonif 741/GN, personel Yon TP 928/Brata Sena Yuda, serta perwakilan Dealer Honda NSS Negara Gede Alvin Pramanda.
Dalam penyampaiannya, Kapten CPM Sauki menekankan pentingnya menjadikan keselamatan sebagai prioritas ketika berkendara. Prajurit juga diingatkan untuk mematuhi ketentuan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memastikan kelengkapan administrasi kendaraan maupun surat tugas.
Menurutnya, pemahaman tersebut tidak hanya penting untuk keselamatan diri sendiri, tetapi juga untuk menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya. Para peserta juga diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan prajurit lainnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta, S.H., turut memberikan gambaran mengenai kondisi kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Jembrana. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan, tercatat 409 kejadian kecelakaan lalu lintas pada Agustus 2026.
Ia menjelaskan bahwa kecelakaan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kondisi jalan, kecepatan kendaraan yang tidak disesuaikan dengan situasi, kurang memperhatikan rambu lalu lintas, hingga kondisi pengemudi yang mengalami kelelahan.
Karena itu, disiplin berlalu lintas perlu dimulai dari kesadaran setiap individu. Pengemudi diingatkan untuk selalu memperhatikan kondisi kendaraan, kelengkapan administrasi, serta kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Samsat Jembrana, Roby Septianto, S.E., memberikan pemahaman mengenai peran Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
Ia menjelaskan bahwa Jasa Raharja merupakan BUMN yang mengemban amanah Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964 dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai proses pelayanan Jasa Raharja, termasuk pentingnya hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh pihak kepolisian sebagai bagian dari proses penanganan korban kecelakaan.
Penyampaian materi berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara peserta dan para narasumber. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi para prajurit untuk memahami lebih jauh mengenai keselamatan berkendara sekaligus mekanisme pelayanan Jasa Raharja ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.
Sebagai bagian dari kegiatan, Satlantas Polres Jembrana juga memberikan helm dan senter lalu lintas kepada perwakilan masing-masing instansi TNI di wilayah Kabupaten Jembrana. Pemberian tersebut menjadi pengingat bahwa perlengkapan keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perilaku berkendara yang aman.
Bagi Jasa Raharja, edukasi keselamatan merupakan bagian penting dari upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas. Pemahaman yang baik mengenai keselamatan berkendara diharapkan tidak hanya diterapkan oleh peserta, tetapi juga dapat diteruskan kepada lingkungan sekitar sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berkendara secara aman dan tertib.
Di tempat terpisah, Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Singaraja, Luki Husni Ridwan, S.T., menyampaikan bahwa edukasi keselamatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk lingkungan TNI.
“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengapresiasi kegiatan edukasi seperti ini karena para prajurit tidak hanya dibekali untuk menjaga keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga diharapkan dapat menjadi contoh disiplin berlalu lintas di tengah masyarakat. Jasa Raharja akan terus mendukung upaya pencegahan kecelakaan melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Luki.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai keselamatan dan pelayanan Jasa Raharja juga penting agar masyarakat mengetahui langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi kecelakaan lalu lintas. Dengan pengetahuan yang baik, proses penanganan korban diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sesuai ketentuan.
Melalui edukasi safety riding yang menyasar lingkungan prajurit TNI, pesan keselamatan diharapkan tidak berhenti di ruang sosialisasi. Dari lingkungan kedinasan hingga jalan raya, kesadaran untuk tertib, waspada, dan mengutamakan keselamatan diharapkan terus menjadi bagian dari budaya berlalu lintas di Kabupaten Jembrana.






