Kupang – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Evaluasi Rencana Aksi Keselamatan (RAK) Lalu Lintas, Senin (5/10/2026), bertempat di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Kupang.
Rapat tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam upaya menekan angka kecelakaan dan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas di NTT. Evaluasi dilakukan dengan mengintegrasikan data dan informasi dari masing-masing instansi sebagai dasar untuk menentukan langkah pencegahan yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja NTT Sumantri Muhammad Baswan, S.H., LL.M.; Direktur Lalu Lintas Polda NTT Kombes Pol. Eva Guna Pandia, S.I.K., M.M., M.H.; Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi NTT Jan Piter Liunome, S.SiT.; serta Kanit Operasional dan Humas Kanwil Jasa Raharja NTT Hendri Jashar, S.E., M.M.
Turut hadir perwakilan BPTD Kelas II NTT, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, serta Tim Operasional Kanwil Jasa Raharja NTT.
Dalam arahannya, Direktur Lalu Lintas Polda NTT Kombes Pol. Eva Guna Pandia menegaskan pentingnya peran aktif seluruh anggota FLLAJ dalam membangun keselamatan berlalu lintas melalui langkah preemtif dan preventif yang dilakukan secara konsisten dan terkoordinasi.
“FLLAJ harus menjadi perhatian utama kita bersama untuk menurunkan kecelakaan dan meningkatkan kepatuhan demi mendorong roda perekonomian. Hal ini termasuk memperhatikan budaya konsumsi minuman beralkohol agar masyarakat tidak berkendara dalam pengaruh alkohol, serta mendorong keaktifan setiap OPD dalam upaya preemtif dan preventif melalui sosialisasi di sekolah maupun kepada masyarakat, termasuk pada kegiatan atau acara yang melibatkan banyak masyarakat,” tegas Eva.
Sementara itu, Kepala Kanwil Jasa Raharja NTT Sumantri Muhammad Baswan menegaskan komitmen Jasa Raharja dalam mendukung berbagai upaya pencegahan kecelakaan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Jasa Raharja berkomitmen mendukung upaya pencegahan kecelakaan melalui kolaborasi data, edukasi keselamatan, dan sinergi bersama seluruh stakeholder. Evaluasi RAK menjadi penting agar program keselamatan yang dilaksanakan semakin terarah, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata terhadap penurunan kecelakaan serta fatalitas korban di NTT,” ujar Sumantri.
Dalam rapat tersebut, masing-masing instansi menyampaikan data dan evaluasi terhadap pelaksanaan Rencana Aksi Keselamatan LLAJ Provinsi NTT. Data tersebut menjadi dasar untuk mengidentifikasi permasalahan, menentukan prioritas penanganan, serta memperkuat pembagian peran antarinstansi dalam pelaksanaan program keselamatan lalu lintas.
Forum juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi dalam kegiatan edukasi keselamatan, penanganan titik rawan kecelakaan, peningkatan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, serta pelaksanaan langkah-langkah pencegahan yang disesuaikan dengan karakteristik dan faktor risiko kecelakaan di masing-masing wilayah.
Hasil evaluasi akan ditindaklanjuti melalui pendalaman dan penyelarasan data bersama perwakilan Kementerian Dalam Negeri pada Selasa, 6 Oktober 2026. Tindak lanjut tersebut diharapkan dapat menghasilkan rencana aksi yang semakin terukur, memiliki pembagian peran yang jelas, serta dapat dievaluasi secara berkala.
Melalui FLLAJ, Jasa Raharja bersama Polda NTT, Pemerintah Provinsi NTT, dan seluruh stakeholder terkait berkomitmen memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur..





