Partai Gerindra meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut tuntas kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Polri diminta tidak hanya menindak para pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang diduga menjadi otak di balik aksi tersebut.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyatakan dukungannya terhadap langkah Polri dalam menetapkan sejumlah perwira tinggi sebagai tersangka. Namun, ia menegaskan penyelidikan perlu dikembangkan untuk mengungkap pihak yang memberikan perintah hingga diduga menjadi penyandang dana.
Menurut Sugiat, pengusutan juga perlu mendalami motif penyadapan, termasuk kemungkinan adanya kepentingan politik untuk mengganggu stabilitas nasional maupun keterlibatan jaringan atau pihak eksternal tertentu.
Ia menegaskan bahwa dugaan penyadapan tersebut tidak akan memengaruhi kepemimpinan Presiden Prabowo maupun jalannya pemerintahan. Menurutnya, pemerintah tetap bekerja secara solid dan fokus menjalankan program strategis untuk masyarakat.
Sugiat juga mengingatkan agar kasus tersebut menjadi perhatian serius terhadap kemungkinan praktik penyalahgunaan kekuasaan dan keberadaan oknum di dalam birokrasi. Ia meminta penanganan perkara dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum.
Di sisi lain, Gerindra mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai kasus tersebut dan mempercayakan proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum hingga seluruh pihak yang terlibat dapat terungkap.








