Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan lembaganya terus memperkuat transformasi kelembagaan untuk meningkatkan kinerja legislasi, anggaran, dan pengawasan sekaligus merespons aspirasi masyarakat.
Puan menjelaskan, upaya tersebut dilakukan melalui penguatan substansi undang-undang, pengawasan penggunaan anggaran negara, serta memastikan pemerintah menjalankan pelayanan publik sesuai kebutuhan rakyat.
Menurutnya, transformasi kelembagaan tidak cukup hanya melalui perubahan kebijakan atau pergantian kepemimpinan, tetapi juga membutuhkan perubahan pola pikir dan cara kerja agar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Puan mengakui proses pembenahan DPR masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kelembagaan, perbedaan kepentingan politik, dan kesenjangan antara harapan masyarakat dengan hasil kerja parlemen. Namun, tantangan tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk terus melakukan perbaikan.
Ia menambahkan, transformasi bangsa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, organisasi sipil, dunia usaha, kalangan intelektual, hingga lembaga negara sesuai peran masing-masing.






