Harga minyak dunia kembali mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan akhir pekan, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Eskalasi konflik yang melibatkan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga energi global.
Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei tercatat naik sekitar 7 persen menjadi USD 89,74 per barel. Sementara minyak Brent untuk pengiriman Juni meningkat hampir 5,8 persen ke level USD 95,59 per barel.
Lonjakan ini terjadi setelah aksi saling serang antara kedua negara, termasuk penyitaan kapal dan ancaman lanjutan yang memperburuk situasi. Ketidakpastian terkait kelanjutan negosiasi dan potensi penutupan jalur pelayaran strategis semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak dunia.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global. Gangguan di wilayah ini berpotensi memengaruhi distribusi minyak secara luas dan memicu volatilitas harga di pasar internasional.
Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga energi global, sekaligus berdampak pada stabilitas ekonomi di berbagai negara.
Dikutip dari liputan6.com








