Indonesia Tak Lagi Impor Alumina, Hilirisasi Bauksit Hemat Devisa hingga Rp9 Triliun

Indonesia berpotensi menghemat devisa sebesar Rp7 triliun hingga Rp9 triliun per tahun melalui hilirisasi bauksit. Penghematan ini diperoleh karena kebutuhan alumina untuk produksi aluminium dapat dipenuhi dari pasokan dalam negeri sehingga mengurangi ketergantungan impor.

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Arif Haendra, mengatakan ketersediaan alumina domestik merupakan hasil pengembangan rantai industri dari penambangan bauksit, pemurnian menjadi alumina, hingga pengolahan menjadi aluminium.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Inalum bersama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengembangkan industri bauksit–alumina–aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. Salah satu fasilitas utamanya adalah Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase I yang telah berproduksi dengan kapasitas 1 juta ton alumina per tahun.

Dari kapasitas tersebut, sekitar 550 ribu ton dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan Inalum melalui perjanjian jangka panjang, sedangkan 450 ribu ton lainnya ditujukan untuk ekspor. Pasokan ini mendukung kebutuhan bahan baku industri aluminium sekaligus membuka peluang penjualan ke pasar internasional.

Pengembangan industri akan dilanjutkan melalui pembangunan SGAR fase II. Studi kelayakan proyek tersebut telah selesai dan akan memasuki tahap keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) dalam waktu dekat.

Hilirisasi bauksit diharapkan dapat mengurangi impor, memperkuat kemandirian bahan baku, dan meningkatkan daya saing industri aluminium nasional. Produk aluminium dalam negeri juga berpotensi mendukung berbagai sektor, termasuk kendaraan listrik, konstruksi, transportasi, dan kelistrikan.

  • Related Posts

    Update Harga Pangan Hari Ini: Daging, Telur, Bawang, dan Gula Alami Penurunan

    Harga pangan pada Rabu, 14 Oktober 2026, bergerak bervariasi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, sejumlah komoditas mengalami penurunan, termasuk daging sapi, daging ayam, telur, bawang, minyak…

    Ekspor Tenun Ikat Indonesia Naik 150%, Ulos Didorong Tembus Pasar Global

    Ekspor tenun ikat Indonesia mencapai US$34 ribu pada semester I 2026, meningkat 150 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$13,6 ribu. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan kain ulos…