Teuku Riefky Harsya selaku Menteri Ekonomi Kreatif menyoroti besarnya potensi intellectual property (IP) kreatif yang lahir dari generasi muda Indonesia. Namun, menurutnya, tantangan utama saat ini adalah bagaimana karya kreatif tersebut dapat dimonetisasi dan berkembang secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Teuku Riefky saat menerima audiensi Perkumpulan Alumni Amerika Serikat atau ALUMNAS di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.
Menurutnya, pemerintah saat ini fokus memperkuat kapasitas pelaku usaha kreatif melalui kurasi, penguatan IP, akses scale up, promosi, hingga perluasan jaringan pasar. Langkah tersebut dilakukan agar pelaku ekonomi kreatif mampu berkembang dari tahap rintisan hingga mandiri.
Teuku Riefky juga menilai kolaborasi lintas subsektor menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Ia menyebut sektor film, desain, animasi, penerbitan, hingga merchandise memiliki potensi besar untuk saling terhubung dan menciptakan nilai tambah ekonomi.
Sementara itu, Ketua Umum ALUMNAS Jimmy Gani menyatakan organisasinya siap mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui mentoring, forum bisnis, pengembangan talenta muda, hingga pendampingan bagi pelaku usaha kreatif di Indonesia.
Dikutip dari RRI.co.id







